Semenjak mengetahui kalau rating situs kami di Search Result (SR)-nya Google "hancur lebur", mau tidak mau kami berusaha untuk mencari tahu ada apa gerangan, apa yang salah, dan apa yang tidak atau belum kami terapkan. Salah satu caranya dengan mengunjungi situs yang membahas masalah SEO (Search Engine Optimizer), diantaranya situs SEO-Indonesia.com (buat pak Widarta author situs tersebut, terimakasih atas link-nya ke situs kami). Selain itu, kami juga pernah mampir ke situs CosaAranda.com.
Dan dari yang kami pelajari mengenai masalah SEO di situs-situs yang ada, ternyata SEO itu tidak sesederhana yang kami kira, di dalamnya terdapat banyak variabel, metoda, dan teori yang ngejlimet, yang bikin dahi berkerut. Buat kami yang awam, mempelajari SEO itu ibarat masuk ke sebuah labirin, kian dalam masuk, kian tersesatlah kami. Tapi kalau kami memandang secara simple dari kacamata seorang awam, kerumitan ini sepertinya diciptakan secara sengaja oleh Search Engine (SE) terutama Google, biar terbentuk sebuah opini sehingga muncul bidang ilmu baru yang bernama SEO, yang bertujuan untuk lebih mempopulerkan SE.
Di situs CosaAranda.com, kami menemukan dua buah komentar yang sempat menyinggung perasaan kami, atau dengan bahasa yang lembutnya "bertolak belakang" dengan kami, yaitu komentar dari saudari Ajemanis dan saudara Izza. Cuma sayang, saat kami mau memberikan argumen, komentar sudah keburu ditutup, jadi akhirnya kami ber-argumen di sini saja.
Salah satu ungkapan saudari Ajemanis pada komentarnya berbunyi seperti berikut ini:
|
Kalau saudari Ajemanis menyebut orang tersesat pada pengguna SE MSN atau SE Yahoo, maka kami menyebut saudari Ajemanis (juga saudara Izza) sebagai orang yang terhipnotis oleh Google. Karena sudah terhipnotis, setiap ada kesalahan yang dilakukan Google, bukannya menyadari kalau itu memang salah, apalagi menyalahkannya, malah dicari alasan kenapa menjadi salah.
Sebatas yang kami tahu, para pengguna internet itu pada umumnya sudah dibekali dengan dasar-dasar pengetahuan internet, dan “mengetahui Google” adalah salah satunya, baik itu yang mereka dapatkan dari sekolahnya (SLTP, SLTA, bahkan di SD pun sekarang sudah ada yang belajar internet), ataupun dari pelatihan khusus internet. Jadi sangat tidak mungkin di zaman sekarang ini pengguna internet tidak mengetahui keberadaan Google, karena internet dengan Google kaya mie instant dengan Indomie.
Kemudian kenapa Google lebih populer dibanding Yahoo dan MSN dalam hal SE? Karena menurut kami, Google memang situs yang pure SE, ketika masuk ke Google kita langsung dihadapkan pada kotak input pencarian, aksesnya terasa lebih cepat. Sedangkan Yahoo dan MSN, SE-nya hanyalah merupakan salah satu bagian dari fasilitasnya saja.
Kalau pun seseorang menggunakan SE Yahoo atau MSN, itu bukan berarti dia tidak tahu keberadaan Google, namun mungkin saja karena saat itu di layar komputer-nya yang lagi aktif window Yahoo atau MSN, atau bisa juga menurutnya hasil pencarian Yahoo atau MSN lebih relevan dibanding Google, atau bisa juga masalah fanatisme. Atau alasan lainnya yang lebih radikal, karena dendam kepada Google misalnya, paling tidak buat kami sendiri, yang kecewa dengan hasil pencarian Google.
Seandainya ada yang membentuk kelompok 4M (Mesin MSN Makin Mempesona) atau 4Y (Yahoo Yu Ya Yuuu), kami yang akan daftar pertama kali, dan seandainya ada kelompok 4G (Gua Gak Gila Google) kami pasti sudah menjadi anggotanya. Dan buat saudara Izza dan saudari Ajemanis, bisa memprakarsai terbentuknya kelompok 3G (Gua Gila Google).
Google itu memang memiliki kharismatik yang sudah nge-brand, sehingga banyak (sering) Diperbincangkan-Didiskusikan-Dianalisa (3D), dan ini semakin membuat Google “menjauh”, menjadikan dirinya sedemikian rupa agar terkesan misterius, agar orang-orang semakin giat meng-3D-kan-nya. Akhirnya berdampak pada SR-nya yang ngaco, karena sudah jauh melenceng dari kaidah standar SEO.
Seperti yang saudara Aristianto katakan dalam komentarnya, masih di situs CosaAranda.com juga, “Google memang makin aneh”. Kalau dengan menggunakan versi kami, ungkapan tersebut akan berbunyi seperti berikut ini, "Google memang sengaja membuat dirinya makin aneh”.
Berbicara masalah keanehan Google, ada pengalaman lain yang kami alami, selain aneh bisa dibilang ini lucu juga. Apabila kami menggunakan Google dengan keyword "rental komputer", rating situs kami pada SR-nya memble, maka dengan keyword yang kepotong, yaitu "rental omputer" dengan pilihan "halaman dari Indonesia", situs kami berada di halaman 1 urutan pertama pada SR-nya. Aneh, lucu, dan menggelikan, inikah yang dinamakan search engine yang ampuh oleh saudara Izza?
Jadinya, yang dapat kami lakukan sekarang ini hanya berdoa saja, mudah-mudahan yang ngetik keyword "rental komputer" kepleset jadi ngetik "rental omputer" (gak usah khawatir, kami tidak akan mendoakan agar tombol huruf "k" di keyboard-nya pada rusak, hehehe).
kembali lagi kepada pendapatnya saudara Izza, bahwa Google itu ampuh. Kalau memang benar-benar ampuh, situs kami ini sudah ada di halaman awal pada hasil pencariannya dengan keyword "rental komputer", tapi nyatanya memble sama sekali. Ini real kesalahan yang terjadi pada Google. Ini situs rental komputer, selain meta tag-nya sudah diisi "rental komputer', di content-nya pun berserakan frase "rental komputer", apakah tidak pantas kalau situs ini tampil di awal halaman SR-nya Google? Jangan berdalih, kalau sekarang itu Google lebih memprioritaskan backlink daripada meta tag, dan teori-teori lainnya yang ngejlimet. Yang jelas dan terbukti, situs ini tidak ditemukan Google dengan keyword "rental komputer". Kesimpulan dari kami, Google itu bukan ampuh tetapi lumpuh.
Biar lebih jelasnya dan membukakan mata para Google mania (terbangun dari terhipnotisnya), kami akan memberikan sebuah contoh real. Sebutlah seseorang yang hendak menyewa komputer, kemudian mengggunakan Google dan mengetikkan keyword "rental komputer", apabila pada SR-nya ada situs kami, kemudian dia masuk ke situs kami, dari kedua ungkapan di bawah ini, kira-kira mana yang akan diucapkan oleh orang tersebut?:
-
"Wah ngaco nih Google, ternyata situs ini bukan situs perusahaan rental komputer"
-
"Wah bener nih Google, hasil pencariannya sesuai dengan yang saya harapkan, ini benar-benar situs perusahaan rental komputer"
Sadarlah, lupakan dulu sejenak nama besarnya Google, dan akuilah dengan jujur kalau Google itu memang belum akurat dalam pencariannya, paling tidak untuk keyword "rental komputer". Jangan justru memutar balikkan fakta, mencari kesalahan kita sendiri, Google-lah yang seharusnya berusaha agar pencariannya benar-benar akurat, bukan kita yang mati-matian agar situs kita "tertangkap" Google. Kita itu sebagai pengguna atau konsumen, dan Google sebagai perusahaan jasa harus melayani kita dengan baik sebagai penggunanya. (Untuk lebih menghayati paragraf ini, mohon dibaca dengan berapi-api, hehehe)
Fenomena aneh lainnya yang sekarang ini terjadi adalah, para pemilik (author) situs dan para pemerhati masalah SEO, pada berkutat dalam memahami keinginan sebuah SE terutama Google. Padahal, SE-lah yang seharusnya mengikuti keinginan para pemilik (author) situs.
Buat para “pawang” SE terutama Google, kembalilah ke jalan yang benar, back to basic, kembalilah ke meta tag dan content.
--- *** ---
Posted by: Project Manager - Maret 2007 |