"Kembali ke Lap ... top"
Acara “
Empat Mata” yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta, dengan pembawa
acara Tukul Arwana, ternyata banyak penggemarnya termasuk saya sendiri. Idiom-idiom yang kerap kali diucapkan
seperti “Puas!?”, “Silent please!”, atau yang
paling populer “Kembali ke Lap … top” banyak ditiru di kalangan masyarakat,
di lingkungan sekolah, kampus, bahkan di perkantoran. Seperti beberapa pengalaman saya yang
akan diceritakan berikut ini.
Suatu hari saya hendak melaporkan job progress pada si Bos. Saat masuk ke ruangan si Bos,
terlihat si Bos sedang duduk di meja kerjanya dengan pandangan tertuju pada
layar Laptop yang sedang digunakannya. Setelah permisi, saya duduk di kursi tamu yang ada di ruangan itu.
Tidak lama kemudian si Bos menghampiri saya dan duduk di kursi berhadapan dengan saya.
Seperti biasa saya melaporkan apa-apa yang telah, sedang dan akan dikerjakan sambil
memperlihatkan berkas-berkas yang saya bawa. Sementara si Bos mendengarkan dengan seksama.
Setelah semua laporan sudah saya sampaikan seluruhnya, si Bos pun seperti biasa memberikan
pengarahan dan apa-apa yang musti saya kerjakan.
Setelah selesai (sekitar 45 menit), kemudian si Bos berdiri, dan saya pun langsung bertanya,
“Mau kemana Bos?” Si Bos pun langsung menjawab,
“Kembali ke Lap … top” Sambil tangannya menunjuk ke arah
Laptop yang ada di atas meja kerjanya. Saya pun terkekeh-kekeh, karena hapal betul dengan kalimat tersebut.
Ternyata si Bos juga salah satu penggemar si Tukul.
Oh iya, Laptop yang dipakai Tukul Arwana dalam
acara Empat Mata itu, dapet pinjem dari kami lo, hehehe.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap hari jam 9 pagi, di kantor kami diadakan meeting.
Waktu itu seperti biasa jam 9 kurang 15 menit semua karyawan sudah pada ngumpul
di ruang meeting termasuk si Bos. Sebelum meeting berlangsung,
para karyawan ngobrol sana sini, ada yang ngobrol masalah bola yang di tonton malam sebelumnya,
ada yang ngobrol masalah kerjaan, ada yang membahas teknologi komputer yang lagi ngetren,
bahkan ada pula yang curhat mengenai masalah keluarganya. Hingga tak ayal di ruangan meeting tersebut
terdengar berisik.
Tiba-tiba si Bos berdiri dan berkata dengan suara lantang, "Silent please!"
Sontak saja semua karyawan yang tadinya pada ribut berhenti seketika, dan suasana
di ruang meeting menjadi hening, hanya senyuman dan tawa kecil yang mengiringi perkataan si Bos tadi,
karena kalimat tadi terdengar lucu dan mengingatkan mereka pada wajah si Tukul. Meeting pun dimulai.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita lainnya. Suatu hari, di gudang kami tiba barang sebanyak 1 kontainer yang diangkut
kendaraan jenis truk dari perusahaan cargo. Isi kontainer itu
CPU komputer built-up second jenis Pentium-4 sebanyak 250 unit,
yang dipesan beberapa hari sebelumnya. Tanpa dikomandoi 4 orang petugas gudang, Bejo, Agus, Arief, dan Supri
mengangkut CPU-CPU tersebut dari kontainer ke dalam gudang ruangan khusus CPU. Seperti biasa,
keempat orang ini sambil bekerja mulutnya tidak pernah diam, saling bersenda gurau dan celetak celetuk.
Wawan salah seorang bagian marketing menghampiri si Bejo yang
sedang mengangkut CPU tadi. Waktu itu si Bejo mengangkat 1 unit CPU, sedangkan si Supri sekaligus
2 unit ditumpuk. Si Wawan pun berkomentar sama si Bejo, “Jo masa ngangkat CPU aja cuman satu satu,
lihat dong si Supri tuh sekaligus dua”
Tanpa menjawab si Bejo dengan raut muka cemberut menurunkan CPU yang tadi sudah berada di pangkuannya,
dan diletakkan kembali di lantai, kemudian mengambil 1 lagi dan ditumpuk di atas CPU tadi,
lalu mengambil lagi dan ditumpuk lagi, lalu tumpukan CPU sebanyak 3 unit itu diangkat oleh si Bejo
sekaligus hingga otot-otot tangannya tampak jelas kelihatan.
Sambil menuju ke dalam gudang membawa tumpukan 3 unit CPU dengan terengah-engah,
si Bejo melirik ke arah si Wawan, dibarengi giginya yang gemeretuk lalu dia berkata, “Puasss!?”
--- *** ---
Posted by: Project Manager - Januari 2007 |